Langsung ke konten utama

Mengenal Steemit Lebih Jauh Bersama Ayi Jufridar

Hari Minggu 8 Oktober 2017
Narasumber: Ayi Jufridar (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) dan Steemian Aceh
Materi: Mempelajari Steemit, Menjaga Konsistensi Menulis
Tempat: Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe
Notulis: Suhaimi
Source
Kelas Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe memasuki pertemuan ketiga. Pada pertemuan kali ini, dipelajari tentang sebuah platform media sosial yang sedang beken di era milenial: Steemit.

Para pertemuan tersebut Ayi Jufridar selaku dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Beliau juga seorang novelis, Komisioner KIP Aceh Utara, mantan wartawan Serambi Indonesia dan tentu saja seorang Steemian.

Pada pertemuan tersebut beliau menjelaskan mengenai Steemit. Saat ini Steemit masih terhitung platform media sosial baru di Indonesia Sehingga sangat sedikit informasi yang diketahui, tentu saja pengguna Steemit yang sudah banyak tahu tentang belantara Steemit.

Mempelajari Steemit, meski mudah, namun tidak instan dan juga perlu konsistensi. Kita perlu mengetahui mekanisme dan sistemnya lebih dulu. Oleh karena itu, mengetahui Steemit tidaklah cukup hanya dengan memiliki akunnya, banyak tahapan yang harus dilewati dengan sabar.

Steemian harus mengetahui apa itu Steemit, Steem Power, Steem Dollar, Cryptocurrency, Bitcoin, dan lainnya. Dari itu semua, untuk mencapai keberhasilan, kita perlu konsisten. Tidak ada negosiasi. Pemahaman terkait definisi dan istilah-istilah di dunia Steemit tentulah sangat diperlukan.

Mengenal Steemit lebih jauh
Apa itu Steemit? 
Steemit adalah perusahaan yang relatif baru, didirikan awal 2016 oleh Ned Scott dan Daniel Larimer. Ned Scott sebelumnya bekerja untuk Gallert Global Grup, sebuah perusahaan swasta keluarga yang banyak memegang perusahaan di Amerika Utara.

Sedang koleganya Daniel Larimer merupakan pendiri Bitshare yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ke-11 di antara semua Cryptocurrency. Mereka bekerja sama dengan tujuan yang sama untuk menciptakan sosial media berbasis blockchain.

Ned Scott, CEO dan Co-Founder Steemit
Steemit juga merupakan sebuah platform media sosial yang di dalamnya memberikan penghargaan kepada pengguna, baik untuk postingan tulisan-tulisannya, maupun untuk memberikan voting pada postingan orang lain yang dianggap menarik. Makin banyak postingan di Steemit, maka semakin banyak penghargaan (reward) yang kita peroleh. 

Jika ide kita sempit, sesempit kreativitas pemangku kekuasaan dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran misalnya, kita cukup memberikan komentar-komentar bagus pada postingan orang lain. Nantinya akan ada ganjaran yang tepat berupa vote dari pengguna lainnya. Dengan begitu, kita juga akan berpeluang meraih penghargaan di jagat Steemit.

Postingan di Steemit tak harus berupa tulisan, tapi bisa juga berupa desain, foto, dan video. Khusus bagi kita para pegiat literasi, postingan berupa tulisan (esai, prosa, cerpen, puisi, dan lain-lain) semestinya harus diutamakan. Ini sesuai dengan tujuan kita bergabung di keluarga FAMe: belajar menulis, mencintai, dan membumikan literasi.

Steemit dibangun menggunakan teknologi berbasis Blockchain. Lebih tepatnya, menggunakan Blockchain Steem. Inilah yang menjadi sebuah cara baru di dunia sosial media, terlebih kemampuannya untuk ngeblog dan mendapat keuntungan dalam sistem yang berbasis Cryptocurrency.

Jika sebelumnya kita pernah mengenal atau mengetahui cara mendapatkan Cryptocurrency dengan menambang ataupun memanfaatkan fluktuasi harga, namun di Steemit pengguna baru bisa mendapatkan reward.

Pengguna Steemit bisa mendapat dua jenis Cryptocurrency, yaitu Steem Power dan Steem Dollar. Untuk mendapatkan dua crypto tersebut, kita hanya perlu memosting dengan konsisten, atau cukup rajin memberikan voting atas postingan pengguna lainnya.

Tentang Steem Power
Setelah mengenal Steemit, kita juga harus mengenal "isi perutnya" yang ada pada wallet. Di mulai dari Steem Power merupakan nilai unit yang dapat dikonversikan dari Steem. Kelebihan mempunyai Steem Power ialah, kita akan mendapatkan Steem setiap kali Steem Baru tercipta. Steem Power jugalah yang membedakan nilai vote setiap pengguna.
Misalkan, kita memiliki Steem Power kuat, maka setiap vote yang kita berikan untuk postingan pengguna lain akan memberikan nilai berbeda dengan vote yang diberikan oleh pengguna Steem yang memiliki Steem Power lebih rendah pada postingan yang sama.

Apakah terdengar rumit? 
Mari perhatikan contoh berikut. Misalnya, si A memiliki Steem Power 60, sedangkan si B kekuatan Steem Power hanya 37. Maka kedua vote yang mereka berikan untuk postingan si C akan berbeda nilainya.

Hari ini si C memosting sebuah konten tentang kulinernya, postingannya itu setelah divote oleh beberapa pengguna Steemit bernilai $ 0,02. Kemudian si A memvoting postingan tersebut, sehingga nilainya berubah menjadi $ 0,40. Ini karena si A memiliki Steem Power kuat.

Beda halnya jika si B memvoting konten yang sama. Jika nilai postingan si C sebelumnya adalah $ 0,02, maka setelah si B memberikan vote-nya, nilai postingan tersebut akan menjadi $ 0,10. Ini karena Steem Power si B lebih kecil dari Steem Power si A.

Begitu kira-kira salah satu pengaruh Steem Power bagi setiap pengguna Steemit. Kurang lebih, lebih kurang. Jangan takut, kita akan mengerti secara bertahap setelah menggunakan Steemit secara konsisten.

Steem Dollar
Sekarang kita bedah tentang Steem Dollar. Bicara Steem Dollar adalah berbicara tentang stabilitas. Stabilitas sangat penting dalam kesuksesan ekonomi perusahaan mana pun. Begitu pula halnya di dunia Steemit ini.
Untuk itu, Steemit mempunyai nilai unit yang disebut sebagai Steem Dollars yang mempunyai nilai yang setara 10 US Dollar. Angka tersebut bisa terus naik atau bahkan turun sewaktu-waktu, tergantung harga jual Steem Dollar di pasar kripto.

Steem Dollar ini diberikan jika pengguna telah memosting sebuah konten atau telah memberikan voting pada postingan-postingan yang dianggap berkualitas.

Pada dasarnya, koin Steem dikontrol dengan Dolar USD. Bahkan saat ini, Steem juga telah diperdagangkan di bursa Bittrex. Tentu hal ini memberikan keuntungan lebih bagi pengguna karena lebih leluasa untuk diperdagangkan.

Sampai di sini bisa saya muncul keluhan, "Meski sudah memiliki akun Steemit, saya masih kurang paham tentang Steem Dollar tersebut."

Nah, jangan galau. Kita akan mempelajari bersama dan akan mengerti seiring seringnya menggunakan Steemit.

Proses membuat Akun Steemit
Sekarang tiba saatnya membuat akun Steemit, untuk mendaftar Steemit, pertama-tama bukalah browser dan masuk ke halaman steemit.com . Jika sudah, klik "Sign Up" yang berada di pojok kanan atas pada tampilan browser.

Klik tautan tersebut dan kita sudah berhasil mendaftar di steemit.com

Kita tidak langsung berhasil memiliki akun Steemit, tetapi hanya berhasil melakukan pendaftaran pertama dan akun kita telah diverifikasi.

Kemudian Anda akan dikirimkan sebuah tautan via email yang berisi password yang cukup panjang. Setelah klik tautan tersebut, maka kita benar-benar sudah terdaftar sebagai anggota Steemit!
Tahap yang harus dijalani untuk memiliki akun Steemit
Harus diingat, kita harus copy password yang sudah diberi dan perlu menyimpannya dengan aman. Andai saja lupa menyimpannya, tidak akan ada satu orang pun di dunia ini yang bisa mengembalikannya.

Harus diingatkan bahwa, satu akun hanya bisa digunakan dengan satu handphone dan juga satu laptop. Untuk mengurangi tindakan banyak akun tetapi dipegang oleh banyak orang, karena tujuan Steemit adalah saling menghargai.

Dalam presentasinya, Ayi Jufridar mengingatkan bahwa passwordnya panjang sepanjang perjuangan kita menjadi konten kreator yang profesional. Tetap konsisten dan fokus sebagai kuncinya.

Belajar Konsisten Menulis di Steemit
Setelah memiliki akun Steemit yang perlu dilakukan adalah memosting sebanyak-banyaknya. Ini karena membiarkan Steemit kosong tidak akan membuat akun kita menghasilkan dengan sendirinya. "No free lunch," kata Habibie. Tidak ada sesuatu keberhasilan tanpa usaha. Namun harus membatasinya dengan maksimal 4 postingan selama sehari agar tidak dianggap spam.
Tetap aktif di Steemit berarti juga menjaga konsistensi menulis. Tidak mudah menjaga konsisten, apalagi setelah menuai beberapa kekecewaan dan kegagalan. Ayi Jufridar bercerita tentang seseorang telah memiliki Steemit dan telah memosting beberapa postingan. 

Namun, karena nilai postingannya tidak pernah mencapai target, akhirnya beberapa hari kemudian dia berhenti menulis di Steemit. Ia kalah sebelum berperang atau tenggelam sebelum mencapai ke daratan impian

Jika hal ini terjadi, jangan salahkan Steemit, tetapi tunjuk diri sendiri karena Anda tidak sabar. Harus dipahami bahwa menulis di Steemit memang memberikan penghasilan, tetapi perlu diingatkan jangan terlalu berharap dan menjadikan Steemit sebagai "ladang penghasilan" satu-satunya adalah rancu dan ia menuai gagal jika realitas berbeda sama sekali dengan ekspektasi.

Oleh karena itu, jadikan Steemit sebagai wadah melatih diri untuk menulis, bukan pekerjaan yang diharapkan dapat memperkaya diri. Ini penting demi mencegah kekecewaan dan menjaga konsistensi menulis kita. Steemit adalah tempat melatih diri untuk terus konsisten menulis dan mencintai literasi, sehingga kita meraih berbagai manfaat dari penggunaan media sosial.

Apa yang tak tersampaikan hari ini adalah bukti waktu memiliki batas. Dan batas waktu selalu mengingatkan kita bahwa betapa fananya hidup, betapa sekejapnya waktu. Semoga menginspirasi pada literasi negeri.

Komentar

  1. Wah, baru baca. Ternyata sangat bermanfaat banget untuk mengetahui tentang konsep dasar steemit.

    BalasHapus
  2. Wah. Baru baca juga. Padahal akun sudah lama miliki.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerdas Mengelola Steemit Bersama Risman Rachman

Kelas FAMe ke-25 Tempat: Duek Pakat Kupi, Banda Aceh Topik: Cerdas Mengelola Steemit Pemateri: Risman A Rachman (CEO Aceh Trend) Moderator: Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia) Notulis: Ihan Nurdin

Acara kelas FAMe mulai dibuka oleh Yarmen Dinamika selaku Ketua FAMe Aceh, dalam diskusi yang melibatkan membuka diskusi dengan memaparkan sedikit hasil paparan Adnan Ganto dalam kuliah umumnya di Universitas Syiah Kuala. Dalam orasinya beliau menyampaikan ramalan Credit Suisse yang menyatakan bahwa di akhir 2018 ini ada lima negara yang memiliki populasi orang kaya terbanyak di dunia, salah satunya Indonesia.
Bukan tanpa alasan mengatakan seperti itu, salah survei yang dilakukan oleh Credit Suisse, dikarenakan banyaknya rekening orang Indonesia yang jumlahnya meningkat drastis. Salah satunya dugaannya membaiknya ekonomi orang Indonesia, salah satunya dengan adanya platform Steemit yang mampu menghasilkan orang kaya baru di tanah air.

Peluncuran Forum Aceh Menulis

Notula            : Pertemuan Ke-4 Notulis           : Hayatullah Pasee Hari                : Rabu, 09 Agustus 2017 Topik              : Deklarasi peluncuran Forum Menulis Aceh Pemateri        : Drs. Reza Fahlevi, M.Si

Di luar dugaan, peluncuran Forum Aceh Menulis (FAMe) di Aula Museum Aceh begitu meriah. Meski Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs. Reza Fahlevi M.Si telat hadir, karena harus mengikut rapat di Kantor Gubernur Aceh, namun ia mengutus penggantinya yaitu Ketua Bidang Pemasaran, Ramadhani M Bust yang tak kalah menariknya dalam memaparkan visi dan misi Disbudpar Aceh.