Langsung ke konten utama

News Gathering, Kesalahan Diksi, dan Kesalahan Nalar

Notula                  : Pertemuan Ke-9
Hari dan tanggal : Rabu, 04 September 2017
Tempat                 : Taman Ratu Safiatuddin, Anjungan Aceh Singkil

Topik                    : News Gathering, Kesalahan Diksi, dan Kesalahan Nalar

Pemateri              : Yarmen Dinamika 
Notulis                 : Ihan Nurdin

A. News Gathering
Kegiatan menghimpun, mengolah, dan menyajikan informasi. Dalam menyajikan informasi harus fair dan tidak boleh mendiskreditkan orang lain. Dalam UUD 1945 Pasal 28 J disebutkan: Setiap warga negara berhak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyiarkan berita. Istilah ini dikenal dengan istilah 6 M.
Siapa pun dia (setiap warga negara) boleh melakukan hingga level 5. Namun, ketika ingin menyiarkannya berita ke ruang publik maka diatur dalam undang-undang tersendiri, yaitu UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Di dalam UU Pers diatur bahwa profesi yang menyiarkan berita adalah wartawan dan profesi wartawan dilindungi oleh negara dalam menjalankan tugasnya. Didefinisikan juga pada ketentuan umum UU tersebut bahwa wartawan adalah orang yang secara terus- menerus menghasilkan karya jurnalistik. 

B. Panduan menulis 23 anjungan di Kompleks Tarasa Banda Aceh
  • Dibangun tahun berapa? 
  • Tujuannya untuk apa?
  • Didirikan pada PKA yang ke berapa?
  • Ketika ini didirikan siapa yang jadi kepala daerah kabupaten/kota tersebut?
  • Siapa yang mendesain?
  • Berapa anggarannya?
Fisik:
  • Apa filosofi atapnya?
  • Apa filosofi tangganya?
  • Tiang selasar/serambi, mengapa begitu bentuknya? Apakah ada reliefnya? Bagaimana bentuknya?
  • Perhatikan bentuk dindingnya, apakah ada motif ukiran atau ornamen tertentu?
  • Di ruang tengah, perhatikan, ada pernak-pernik apa saja? Kalau ada pelaminan permanen yang dipajang, narasikan!
  • Di ruang belakang, ada apa saja?
  • Keahlian; perhatikan setiap detail dan subtil
  • Tulisan harus menggambarkan setiap aspek, ornamen secara detail hingga subtil
Warna:
  • Mengapa rumah adat warnanya beda-beda? Contohnya kuning yang merepresentasikan warna kerajaan.
  • Mengapa ada yang boleh beratap seng? Ada yang atap rumbia
  • Tolak angin. Kayu untuk tiang rumah adat/anjungan, apakah harus dari pohon khusus (misalnya dari bak mane)?
Bangunan penunjang:
Hampir semua bangunan rumah adat kita ada bangunan penunjang di sekitarnya, seperti lumbung padi, jeungki, saung/gazebo, guci, dan lain-lain. Profilkan juga bangunan penunjang tersebut.

Wawancara
  • Tool/alat untuk menghimpun informasi 
  • Tanya kepada pemkab setempat.
Kompleks PKA ini dibangun pada masa Gubernur Abdullah Puteh berdasarkan gagasan dari Marlinda Puteh yang ingin menjadikannya sebagai taman mininya Aceh. Taman Ratu Safiatuddin sendiri diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri.

C. Kesalahan Diksi dan Kesalahan Nalar dalam Berbahasa
Lema = kata dasar yang dimasukkan ke dalam kamus
Lema dalam bahasa Indonesia sudah semakin kaya

Dalam KBBI edisi 4 total lema berjumlah 98 ribu. Tahun 2016 hingga 28 Oktober diluncurkan KBBI 5 jumlah kosakatanya menjadi 127.036 lema. Artinya terdapat penambahan 29.036 kata. Pada versi cetaknya sekarang 2.400 halaman dari sebelumnya 2.040 halaman. Jika kita tidak menguasai minimal 80 persen dari lema itu, kita akan kesulitan saat berkomunikasi.

Dua hal penting menghindari kesalahan diksi

1) Diksi
Pilihan kata agar tepat dan selaras untuk menggambarkan gagasan guna memperoleh efek tertentu. Jika penggunaan kosakata tidak tepat maka tulisan atau pembicaraan kita akan membingungkan lawan bicara.

Contoh diksi yang paling sering salah digunakan yaitu:
Geming
Yaitu tidak bergerak/diam saja
Jangan tambahkan kata tak/tidak di depan kata geming/bergeming, karena maknanya jadi bertolak belakang. 

Daripada
Yakni dalam keadaan normal daripada berfungsi sebagai kata depan atau preposisi untuk menandai perbandingan.
Contoh: Saya lebih tinggi daripada Hayat

Tetapi dalam kenyataan sehari-hari kata ini sering salah dipakai dalam pembicaraan/tulisan
Contoh:
Kita harus mematuhi semua aturan daripada hukum (rule of low). (salah)
Kita harus mematuhi semua aturan hukum (benar)

Kita harus menjaga keamanan lingkungan daripada desa (salah).
Kita harus menjaga keamanan lingkungan desa (benar)

Nuansa
variasi atau perbedaan yang sangat halus atau kecil sekali tentang warna, tentang kualitas, suara, ciri fisik, dan sebagainya. Jadi, jangan pertukaran kata nuansa dengan suasana, jangan juga pertukarkan dengan keadaan, ragam, corak, atau dimensi ruang.

Pukul dan Jam
Gunakanlah kata pukul dan jam secara tepat. Kata pukul menunjukkan waktu, kata jam menunjukkan jangka waktu atau masa. 
Contoh:
Saya bekerja delapan jam sehari yaitu jam 08:00 sampai 16:00 WIB. (salah)
Saya bekerja delapan jam sehari yaitu pukul 08:00 sampai 16:00 WIB. (benar)

Pegawai teladan itu selalu tiba di kantornya jam 07:30 WIB (salah)
Pegawai teladan itu selalu tiba di kantornya pukul 07:30 WIB (benar)

Sarana dan Prasarana
Harus diingat kata ini bukanlah kata ulang bervariasi. Sarana artinya segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan atau maksud. 

Prasarana artinya segala sesuatu yang merupakan penunjang atau pendukung terselenggaranya suatu proses, apakah itu usaha, maupun proyek pembangunan dan segalanya.

Dengan demikian, kesalahan ini harus diperbaiki. Ke depan harus didahulukan prasarana, bukan sarana.

Contoh: ada rencana pembangunan gedung sekolah (sarana) di seberang sungai, maka perlu dibangun jembatan (sebagai prasarana) untuk memudahkan pembangunan sarana tersebut. Jadi yang benar adalah prasarana dan sarana. 

Dan lain sebagainya
Penggunaan dan lain sebagainya masih banyak kita temukan dalam bahasa tutur maupun tulisan. Frase ini diambil dari dua bentuk yang berlainan, tapi diambil sebagiannya saja dan digabungkan sehingga dihasilkan bentuk yang rancu.

Bentuk yang benar adalah:
  • Dan lain-lain
  • Dan sebagainya
Contoh: Nelayan mendapat bantuan dari pemerintah berupa boat, jaring, pancing, dan lain-lain. (benar).
Nelayan mendapat bantuan dari pemerintah berupa boat, jaring, dan lain sebagainya. (salah)

Darah Sekian Kantong versus Kantong Darah
Sering ditemukan kalimat yang rancu dalam pemberitaan media karena wartawan salah memilih diksi.

Contoh:
Panitia HUT Kodam menyerahkan 75 kantong darah kepada PMI Banda Aceh (hanya kantong darahnya saja).
Panitia HUT Kodam menyerahkan darah 75 kantong kepada PMI Banda Aceh. (Darah yang diserahkan, banyaknya 75 kantong)

Wanita Pengusaha versus Pengusaha Wanita
Dua entitas ini mengandung makna dan implikasi yang berbeda.
Wanita pengusaha adalah wanita yang berprofesi sebagai pengusaha.
Pengusaha wanita adalah profesi pengusaha bisa laki-laki bisa perempuan yang bisnisnya adalah memperdagangkan perempuan, semacam mucikari atau germo.

Penembak versus Petembak
Dua kata ini mengandung arti yang berbeda, contohnya yaitu:
Penembak= orang yang melakukan tembakan
Petembak= atlet tembak 
Contoh:
Di antara puluhan penembak Aceh hanya punya dua petembak, satu di antaranya kidal.

Memenangkan versus Memenangi 
Memenangkan = memberi kesempatan kepada lawan/orang lain untuk menang.
Memenangi = meraih kemenangan.

Membonceng versus Berboncengan dan Dibonceng
Membonceng= Bertindak sebagai pengendara, mengangkut orang lain.
Berboncengan= sama-sama naik motor
Dibonceng= orang yang ada di jok belakang
Pembonceng= orang yang membonceng 

Kata-kata bersuku tunggal (dibantu dengan menambahkan menge-)
bom, bor, rem, sah, tes, dan cat.
Bom = pengebom atau mengembom, bukan membom atau pembom
Bor= mengebor/pengebor, bukan pembor/membor
Rem= mengerem/pengereman/pengerem bukan penrem/pengrem
Sah= mengesahkan/pengesahan, bukan pensahan/mensahkan
Tes= mengetes/pengetes, bukan mentes/pentes
Cat= mengecat, bukan mencat.

D. Contoh-contoh Kesalahan Nalar
  • Mengejar ketertinggalan 
  • Waktu dan tempat kami persilakan 
  • Yang membawa handphone harap dimatikan 
  • Mempersingkat waktu (gunakan: untuk menghemat waktu) 
  • Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah (apa benar hanya dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah skripsinya selesai?) = penyusun memanjatkan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada penyusun sehingga skripsi ini selesai tepat waktu. 
  • Mayat pria yang ditemukan itu sebelumnya terlihat mondar-mandir (tulis saja sebelum jadi mayat pria itu terlihat mondar-mandir) 
  • Mengutip pendapat orang lain, kalau sudah pakai kata ‘menurut’ jangan tulis lagi ‘menurut pendapat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Steemit Lebih Jauh Bersama Ayi Jufridar

Hari Minggu 8 Oktober 2017 Narasumber: Ayi Jufridar (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) dan Steemian Aceh Materi: Mempelajari Steemit, Menjaga Konsistensi Menulis Tempat: Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Notulis: Suhaimi Kelas Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe memasuki pertemuan ketiga. Pada pertemuan kali ini, dipelajari tentang sebuah platform media sosial yang sedang beken di era milenial: Steemit.
Para pertemuan tersebut Ayi Jufridar selaku dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Beliau juga seorang novelis, Komisioner KIP Aceh Utara, mantan wartawan Serambi Indonesia dan tentu saja seorang Steemian.

Cerdas Mengelola Steemit Bersama Risman Rachman

Kelas FAMe ke-25 Tempat: Duek Pakat Kupi, Banda Aceh Topik: Cerdas Mengelola Steemit Pemateri: Risman A Rachman (CEO Aceh Trend) Moderator: Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia) Notulis: Ihan Nurdin

Acara kelas FAMe mulai dibuka oleh Yarmen Dinamika selaku Ketua FAMe Aceh, dalam diskusi yang melibatkan membuka diskusi dengan memaparkan sedikit hasil paparan Adnan Ganto dalam kuliah umumnya di Universitas Syiah Kuala. Dalam orasinya beliau menyampaikan ramalan Credit Suisse yang menyatakan bahwa di akhir 2018 ini ada lima negara yang memiliki populasi orang kaya terbanyak di dunia, salah satunya Indonesia.
Bukan tanpa alasan mengatakan seperti itu, salah survei yang dilakukan oleh Credit Suisse, dikarenakan banyaknya rekening orang Indonesia yang jumlahnya meningkat drastis. Salah satunya dugaannya membaiknya ekonomi orang Indonesia, salah satunya dengan adanya platform Steemit yang mampu menghasilkan orang kaya baru di tanah air.

Peluncuran Forum Aceh Menulis

Notula            : Pertemuan Ke-4 Notulis           : Hayatullah Pasee Hari                : Rabu, 09 Agustus 2017 Topik              : Deklarasi peluncuran Forum Menulis Aceh Pemateri        : Drs. Reza Fahlevi, M.Si

Di luar dugaan, peluncuran Forum Aceh Menulis (FAMe) di Aula Museum Aceh begitu meriah. Meski Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs. Reza Fahlevi M.Si telat hadir, karena harus mengikut rapat di Kantor Gubernur Aceh, namun ia mengutus penggantinya yaitu Ketua Bidang Pemasaran, Ramadhani M Bust yang tak kalah menariknya dalam memaparkan visi dan misi Disbudpar Aceh.