Langsung ke konten utama

Menulis dan Mengembangkan Minat Bakat

Notula             :  Pertemuan Ke-2
Hari/ Tanggal : Rabu, 2 Agustus 2017
Topik               : Tujuan Menulis dan Mengembangkan Minat Bakat
Pemateri         : Yarmen Dinamika

Notulis             : Fardelyn Hacky

Kegiatan menulis bagi sebagian orang masih dengan sebagai yang tidak terlalu penting. Salah satu dari tujuan kelas menulis adalah untuk meruntuhkan asumsi berikut:
  1. Menulis itu susah, rajin berlatih, lama-lama akan terbiasa menulis sehingga menulis menjadi mudah.
  2. Menulis itu bakat, lebih banyak penulis terkenal bukan karena bakat tetapi karena sering latihan.
  3. Menulis itu tidak ada gunanya,  menulis bisa menghasilkan uang dan pengalaman.
Proses membedah buku dibutuhkan cara tersendiri, salah satunya dengan menggunakan enam poin berikut yaitu:
a. Cover, lihat buku dari cover (depan-belakang), judul, nama penulis (tidak perlu pakai titel), hurufnya bagaimana, dan di cover belakang (notasi dan endorsement).
b. Kontekstualnya, yang logis sesuai dengan zaman.
c. Kontennya valid, apa yang disampaikan harus diakui keabsahannya
d. Kontennya  benar akan informasi yang disampaikan
e. Informasi apa pun harus sesuai 
f. Catching (eye catching) yaitu enak dilihat oleh mata khususnya mampu menari pembaca

Catatan Penting:
1. Seiring dengan kian bertambahnya peserta dari berbagai daerah yang tidak hanya berasal dari wilayah barat dan selatan saja, maka kelas menulis yang awalnya bernama Forum Menulis Barsela akan berganti nama menjadi Forum Menulis Aceh.
2. Ke depan kelas ini akan mendapat dukungan penuh dari Disbudpar dengan pemateri yang lebih beragam dan kegiatan menulis yang lebih banyak, misalnya jelajah situs-situs sejarah, budaya, dan wisata. 
Sejumlah calon penulis muda yang mengikuti kelas menulis bersama Pak Yarmen Dinamika 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Steemit Lebih Jauh Bersama Ayi Jufridar

Hari Minggu 8 Oktober 2017 Narasumber: Ayi Jufridar (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) dan Steemian Aceh Materi: Mempelajari Steemit, Menjaga Konsistensi Menulis Tempat: Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Notulis: Suhaimi Kelas Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe memasuki pertemuan ketiga. Pada pertemuan kali ini, dipelajari tentang sebuah platform media sosial yang sedang beken di era milenial: Steemit.
Para pertemuan tersebut Ayi Jufridar selaku dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Beliau juga seorang novelis, Komisioner KIP Aceh Utara, mantan wartawan Serambi Indonesia dan tentu saja seorang Steemian.

Cerdas Mengelola Steemit Bersama Risman Rachman

Kelas FAMe ke-25 Tempat: Duek Pakat Kupi, Banda Aceh Topik: Cerdas Mengelola Steemit Pemateri: Risman A Rachman (CEO Aceh Trend) Moderator: Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia) Notulis: Ihan Nurdin

Acara kelas FAMe mulai dibuka oleh Yarmen Dinamika selaku Ketua FAMe Aceh, dalam diskusi yang melibatkan membuka diskusi dengan memaparkan sedikit hasil paparan Adnan Ganto dalam kuliah umumnya di Universitas Syiah Kuala. Dalam orasinya beliau menyampaikan ramalan Credit Suisse yang menyatakan bahwa di akhir 2018 ini ada lima negara yang memiliki populasi orang kaya terbanyak di dunia, salah satunya Indonesia.
Bukan tanpa alasan mengatakan seperti itu, salah survei yang dilakukan oleh Credit Suisse, dikarenakan banyaknya rekening orang Indonesia yang jumlahnya meningkat drastis. Salah satunya dugaannya membaiknya ekonomi orang Indonesia, salah satunya dengan adanya platform Steemit yang mampu menghasilkan orang kaya baru di tanah air.

Peluncuran Forum Aceh Menulis

Notula            : Pertemuan Ke-4 Notulis           : Hayatullah Pasee Hari                : Rabu, 09 Agustus 2017 Topik              : Deklarasi peluncuran Forum Menulis Aceh Pemateri        : Drs. Reza Fahlevi, M.Si

Di luar dugaan, peluncuran Forum Aceh Menulis (FAMe) di Aula Museum Aceh begitu meriah. Meski Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs. Reza Fahlevi M.Si telat hadir, karena harus mengikut rapat di Kantor Gubernur Aceh, namun ia mengutus penggantinya yaitu Ketua Bidang Pemasaran, Ramadhani M Bust yang tak kalah menariknya dalam memaparkan visi dan misi Disbudpar Aceh.