Langsung ke konten utama

14 Kesalahan Mendasar Tulisan di Blog

Notula               : Pertemuan Ke-1
Notulis              : Yelli Sustarina
Hari/Tanggal    : Rabu, 26 Juli 2017
Topik                 : 14 Kesalahan Mendasar Tulisan di Blog
Pemateri           : Yarmen Dinamika


Pada pertemuan pertama ini, kita kembali mengumpulkan semangat menulis teman-teman yang pernah belajar dalam Forum Barsela Menulis. Sebelumnya kelas ini difokuskan untuk para pemuda dan pemudi berasal dari barat selatan yang ingin belajar menulis.

Tapi kali ini kesempatan itu dibuka selebar-lebarnya untuk masyarakat Aceh yang mau belajar tulis menulis dengannya. Sehingga pada pertemuan pertama ini, banyak dihadiri oleh berbagai masyarakat dari berbagai daerah.

Di kelas pertama ini, Pak Yarmen lebih banyak membahas tentang motivasi menulis, supaya para pendengar tertarik dan berkomitmen untuk belajar menulis. Di akhir kelas, kita sempat membahas sebuah tulisan dari Yelli Sustarina yang berjudul “Sensasi Menaiki Sampan Dayung Saat ke Pulau Dua Aceh Selatan.”
Tulisan itu dibedah dan dicari kesalahan semantik, diksi, ejaan, dan sebagainya. Sehinga penulis merangkumnya ke sebuah tulisan yang berjudul “14 Kesalahan Mendasar dalam Penulisan Bahasa Indonesia.”
Setelah menanyakan kesepakatan dari para peserta yang hadir, disimpulkan bahwa kelas ini akan diadakan setiap hari Rabu sore. Kelas ini rutin dilakukan untuk menambah ilmu dalam penulisan Bahasa Indonesia.

Selain itu, tujuan dari forum ini nantinya akan melahirkan sebuah buku yang membahas tentang 23 anjungan kabupaten yang ada di Aceh. Mereka yang belajar di kelas ini akan dibimbing langsung oleh Yarmen Dinamika sampai buku tersebut diterbitkan.

Tak hanya itu saja, Kepala Kadisbudpar Aceh Drs. Reza Fahlevi M.Si mendukung secara langsung ide tersebut. Mengingat di tahun depan akan diadakan pelaksanaan PKA yang berlangsung di kompleks anjungan Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Steemit Lebih Jauh Bersama Ayi Jufridar

Hari Minggu 8 Oktober 2017 Narasumber: Ayi Jufridar (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) dan Steemian Aceh Materi: Mempelajari Steemit, Menjaga Konsistensi Menulis Tempat: Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe Notulis: Suhaimi Kelas Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Lhokseumawe memasuki pertemuan ketiga. Pada pertemuan kali ini, dipelajari tentang sebuah platform media sosial yang sedang beken di era milenial: Steemit.
Para pertemuan tersebut Ayi Jufridar selaku dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara. Beliau juga seorang novelis, Komisioner KIP Aceh Utara, mantan wartawan Serambi Indonesia dan tentu saja seorang Steemian.

Cerdas Mengelola Steemit Bersama Risman Rachman

Kelas FAMe ke-25 Tempat: Duek Pakat Kupi, Banda Aceh Topik: Cerdas Mengelola Steemit Pemateri: Risman A Rachman (CEO Aceh Trend) Moderator: Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia) Notulis: Ihan Nurdin

Acara kelas FAMe mulai dibuka oleh Yarmen Dinamika selaku Ketua FAMe Aceh, dalam diskusi yang melibatkan membuka diskusi dengan memaparkan sedikit hasil paparan Adnan Ganto dalam kuliah umumnya di Universitas Syiah Kuala. Dalam orasinya beliau menyampaikan ramalan Credit Suisse yang menyatakan bahwa di akhir 2018 ini ada lima negara yang memiliki populasi orang kaya terbanyak di dunia, salah satunya Indonesia.
Bukan tanpa alasan mengatakan seperti itu, salah survei yang dilakukan oleh Credit Suisse, dikarenakan banyaknya rekening orang Indonesia yang jumlahnya meningkat drastis. Salah satunya dugaannya membaiknya ekonomi orang Indonesia, salah satunya dengan adanya platform Steemit yang mampu menghasilkan orang kaya baru di tanah air.

Peluncuran Forum Aceh Menulis

Notula            : Pertemuan Ke-4 Notulis           : Hayatullah Pasee Hari                : Rabu, 09 Agustus 2017 Topik              : Deklarasi peluncuran Forum Menulis Aceh Pemateri        : Drs. Reza Fahlevi, M.Si

Di luar dugaan, peluncuran Forum Aceh Menulis (FAMe) di Aula Museum Aceh begitu meriah. Meski Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs. Reza Fahlevi M.Si telat hadir, karena harus mengikut rapat di Kantor Gubernur Aceh, namun ia mengutus penggantinya yaitu Ketua Bidang Pemasaran, Ramadhani M Bust yang tak kalah menariknya dalam memaparkan visi dan misi Disbudpar Aceh.